
Kalau kamu lagi cari anime romance yang nggak penuh drama toxic, Seihantai na Kimi to Boku Season 2 wajib banget masuk watchlist. Setelah sukses bikin banyak penonton senyum-senyum sendiri di season pertama, anime romcom karya Kōcha Agasawa ini akhirnya resmi comeback di Summer 2026.
Musim kedua mulai tayang pada 5 Juli 2026 dan kembali digarap oleh Lapin Track, studio yang berhasil mempertahankan visual simpel tapi penuh ekspresi. Walaupun tampil sederhana, justru di situlah daya tarik anime ini. Setiap tatapan, senyuman, sampai momen canggung antar karakter terasa hidup dan bikin penonton ikut baper.
Bukan Cuma Soal “Jadian”
Kalau kebanyakan anime romance berhenti pas tokohnya resmi pacaran, Seihantai na Kimi to Boku justru baru mulai serunya setelah itu.
Season 2 memperlihatkan kehidupan Suzuki dan Tani sebagai pasangan. Mereka sama-sama belajar memahami satu sama lain, menghadapi rasa canggung, salah paham kecil, sampai gimana caranya menjaga hubungan tetap sehat tanpa kehilangan jati diri.
Yang bikin anime ini beda adalah konfliknya terasa dekat dengan kehidupan nyata. Nggak ada drama berlebihan atau love triangle yang dipaksakan. Semua masalah datang dari perbedaan karakter dan cara mereka berkomunikasi.
Kenapa Banyak yang Bilang Ini Romcom Green Flag?

Anime ini sering disebut sebagai salah satu romance paling “green flag” beberapa tahun terakhir. Alasannya sederhana.
Suzuki memang cerewet dan gampang overthinking, tapi dia selalu berusaha jujur sama perasaannya.
Di sisi lain, Tani bukan tipe cowok yang romantis berlebihan. Dia pendiam, kalem, dan lebih sering menunjukkan rasa sayangnya lewat tindakan dibanding kata-kata.
Hubungan mereka nggak sempurna, tapi justru itu yang bikin terasa realistis. Mereka saling belajar, saling mendukung, dan sama-sama mau berubah menjadi versi terbaik untuk pasangannya.
Visual Simpel, Tapi Ekspresinya Juara
Jangan berharap pertarungan sakuga atau animasi super mewah.
Kekuatan anime ini justru ada di ekspresi karakter. Senyum kecil Suzuki, tatapan gugup Tani, sampai momen hening ketika mereka malu-malu bikin penonton ikut senyum sendiri.
Lapin Track berhasil mempertahankan kualitas animasi yang konsisten seperti season pertamanya.
Karakter Pendukung Makin Bersinar

Season kedua juga nggak cuma fokus ke Suzuki dan Tani.
Teman-teman mereka mulai mendapat lebih banyak porsi cerita. Hubungan pertemanan, kehidupan sekolah, sampai kisah cinta karakter lain membuat dunia Seihantai na Kimi to Boku terasa semakin hidup.
Inilah yang membuat anime ini nyaman ditonton. Rasanya seperti melihat kehidupan anak SMA sungguhan.
Opening dan Ending Baru

Biar vibes romance makin maksimal, season kedua juga menghadirkan lagu tema baru.
Opening
“Megane wo Hazushite” – Noa
Ending
“Pure” – Pas Tasta feat. Eriko Hashimoto
Kedua lagu ini cocok banget menemani suasana manis yang jadi ciri khas anime ini.
Fakta Menarik yang Wajib Kamu Tahu

- Resmi tayang mulai 5 Juli 2026 sebagai bagian dari anime Summer 2026.
- Diproduksi kembali oleh studio Lapin Track.
- Diadaptasi dari manga karya Kōcha Agasawa yang sudah tamat dengan total 8 volume, sehingga alur ceritanya memiliki materi sumber yang jelas.
- Fokus cerita bukan lagi “gimana cara jadian”, melainkan “gimana cara mempertahankan hubungan yang sehat”.
- Sering direkomendasikan penggemar anime sebagai salah satu romcom sekolah paling realistis dalam beberapa tahun terakhir.
Worth It Ditonton?

Jawabannya: banget.
Kalau kamu bosan dengan anime romance yang isinya salah paham berkepanjangan, drama berlebihan, atau karakter yang susah jujur sama perasaannya, Seihantai na Kimi to Boku Season 2 bisa jadi penyegar.
Anime ini membuktikan kalau kisah cinta yang sederhana, komunikasi yang sehat, dan perkembangan karakter yang natural tetap bisa bikin penonton senyum-senyum sendiri di setiap episode.
Rating Anime Lovers: ⭐ 9/10
Cocok buat kamu yang suka:
Kalau kamu termasuk tim yang suka romance manis tanpa drama berlebihan, siap-siap aja dibuat senyum sendiri setiap minggu. Karena Suzuki dan Tani balik lagi dengan kisah yang nggak cuma bikin baper, tapi juga ngasih gambaran kalau hubungan sehat itu memang sesederhana saling memahami.






















































